Shalat Tidak Sah, Saat Sujud Dahi Tertutup Peci?
Pertanyaan: kita menutup pertemuan kali ini dengan sebuah pertanyaan yang datang dari saudara kita Muhammad Ali beliau bertanya:
Apakah wajib bagi seorang yang sedang salat untuk membuka dahinya ketika sujud di dalam salatnya misal dia memakai peci atau gutroh (sorban putih ala Saudi) atau imamah atau wajibkah membukanya?
Syaikh bin baz menjawab:
Itu adalah yang utama (terbukanya dahi saat sujud) akan tetapi tidak wajib, sekiranya seseorang salat memakai peci, imamah atau yang lainnya dalam artian dahinya tertutup oleh hal tersebut maka tidaklah mengapa.
Adapun membuka dahi (hingga tidak ada yang menghalangi dahinya dengan tempat sujud) sehingga dahi seseorang yang sedang salat tersebut menyentuh langsung ke tempat sujud ini adalah yang TERBAIK dan LEBIH UTAMA , yaitu dengan cara menyentuhkan dahi dan hidungnya langsung tanpa penghalang ke tempat sujud, na'am.
Teks asli:
هل يجب على المصلي أن يكشف جبينه عند السجود؟
السؤال:
نختم هذا اللقاء بسؤال السائل محمد علي يقول: هل يجب على المصلي أن يكشف عن جبينه عند السجود في الصلاة، مثلًا: الطاقية، أو الغترة، أو العمامة، أو يلزمه ذلك؟
الجواب:
أفضل وإلا لا يلزمه، لو سجد على الطاقية، أو على العمامة، أو على غيرهما لا بأس، ولكن كونه يحسرها حتى تباشر جبهته المصلى يكون هذا أفضل وأولى، أن يباشر بجبهته وأنفه المصلى، نعم.
Link Sumber : https://shorturl.at/3TGmJ
Alih Bahasa: Ustadz Faishal Abu Hamzah
Pengajar Ma’had Al-Makna Al-Islami
Lumajang, 23 Ramadhan 1446 H
Posting Komentar untuk "Shalat Tidak Sah, Saat Sujud Dahi Tertutup Peci?"
Posting Komentar